Tips Melindungi Anak Dari Kejahatan Di Internet

Diposkan oleh Freddy Fransisco Fargas | 4:42 AM | | 0 komentar »

Maraknya pemberitaan di media-media mengenai aksi nekad para remaja usia 12 tahun ke atas yang kabur dari rumah lantaran kepincut teman lawan jenisnya di situs jejaring pertemanan facebook, tentu membuat gusar para orangtua yang mengetahui anak-anaknya kini sudah mengenal dan bahkan “bersahabat” dengan internet.

Untuk mengantisipasi kejahatan dunia maya yang kemungkinan besar akan berpengaruh buruk terhadap pola pikir anak-anak, Microsoft  melalui Windows Live Family Safety – memberikan alternatif jitu untuk melindungi anak-anak secara online.
Kendati demikian, orangtua atau orang yang lebih dewasa perlu menerapkan beberapa langkah, untuk menghindari anak dari kemungkinan terkena imbas negatif dari dunia maya.

  1. Letakkan komputer keluarga dan mainan dengan koneksi internet di tengah rumah untuk memudahkan pengawasan aktivitas online anak-anak.
  2. Tanyakan kepada anak-anak, apa yang mereka lakukan ketika sedang online, dan usahakan untuk mendapatkan jawaban yang rinci. Minta kepada mereka untuk memberikan “tur online” pada website yang sering mereka kunjungi, dan aktivitas online lainnya tempat mereka berpartisipasi.
  3. Lakukan diskusi mendalam mengenai kejahatan dunia maya dengan anak yang lebih tua, yang mungkin mengakses internet di tempat yang berbeda-beda, termasuk di luar rumah, di mana mereka tidak selalu diawasi.
  4. Berikan gambaran jelas kepada anak-anak, mengenai hal yang akan mereka hadapi apabila memiliki keterlibatan dalam kejahatan dunia maya dengan orang lain.
  5. Pastikan anak-anak merasa nyaman melaporkan kejahatan yang mereka alami kepada anda, janjikan anda akan melaporkan insiden apapun, jika mereka mau  dan lakukan. Misalnya, dengan melakukan pendekatan kepada orang tua si pelaku tindak kejahatan, guru, atau pihak manapunyang berpotensi memperburuk keadaan. Pikirkan strategi terbaik untuk melatih anak anda.
  6. Dukung anak-anak dan teman mereka untuk saling menjaga – cara ini akan secara drastis mengurangi kemungkinan mereka dijadikan sebagai target kejahatan.
  7. Dukung anak-anak dan teman mereka untuk saling menjaga – cara ini akan secara drastis mengurangi kemungkinan mereka dijadikan sebagai target kejahatan.
Namun, apabila Anda merasa putra putri Anda mengalami perubahan sikap yang cukup drastis, dimana anak sudah mulai melakukan hal-hal negatif, seperti malas belajar atau bahkan melakukan hal-hal diluar batas seperti kabur darirumah, berarti Anda perlu melakukan langkah-langkah :
  1. Usaha untuk menghalangi: Mulailah mengurangi interaksi mereka dengan pelaku kejahatan dunia maya dengan cara memilah teknologi atau menolak untuk memberikan respon kepada pelaku kejahatan. Dan juga, Anak-anak harus dijauhkan sementara waktu dari aktivitas online internet, hinggaAnda benar-benar mengetahui bahkan kejahatan itu sudah menjauh dan bahkan hilang sama sekali, sehingga tidak membahayakan anak.
  2. Berkomunikasi: Diskusikan pengaruh kejahatan dunia maya dengan anak-anak, termasuk masalah apapun dengan keterlibatan mereka, dan dukung mereka untuk melaporkan kejahatan kepada orang tua atau orang dewasayang mereka percaya.
  3. Menyelidiki: Mengetahui dengan pasti apa yang dibicarakan anak-anak apabila mereka datang kepada Anda untuk meminta bantuan. Selidiki apa yang mereka lakukan secara online dan situs apa yang mereka kunjungi , sebelum masalahnya semakin bertambah besar dan rumit.
  4. Dapatkan Informasi: Pelajari kebijakan anti-kejahatan di sekolah anak dan melalui penyedia layanan internet di rumah, tentukan apakah kebijakan-kebijakan tersebut berlaku.
  5. Umumkan: Mengetahui siapa yang dihubungi, apabila seorang anak terkena kejahatan dunia maya. Misalnya:di sekolah, situs dimana kejahatan tersebut terjadi dan polisi setempat apabila diperlukan.
Teknologi memang memiliki peran yang cukup banyak dalam kehidupan dewasa ini. Namun, pengaruh buruk akan tetap ada, apabila teknologi digunakan untuk hal-hal yang negatif. Maka dari itu, sebelum masalah itu datang, lterapkanlah langkah-langkah pencegahan. Semoga membantu…

sumber: hanyawanita.com


0 komentar:

Post a Comment